Raih dollar dengan mudah, KLIK

Rabu, 26 Oktober 2011

Agar Judul Blog Menarik Pembaca

Tips-tips agar juduk blog anda menarik pembaca

Judul adalah ujung tombak sebuah tulisan sehingga harus dibuat semenarik mungkin (eye catching). Bayangkan bagaimana kecewanya Anda saat postingan terbaik yang Anda buat dengan sungguh-sungguh tidak dibaca pengunjung karena judulnya yang tidak menarik.
Lalu, bagaimana membuat judul postingan yang menarik minat baca pengunjung? Di bawah ini adalah cara-cara mudahnya dengan studi kasus “Memperoleh backlink ke blog Anda”
1. Bagaimana (how to)
Kata bagaimana menunjukkan sesuatu yang bermanfaat:
  • Bagaimana Memperoleh Lebih Banyak Backlink ke Blog Anda
2. Rahasia
Rahasia mengandung arti sesuatu yang tidak atau belum diketahui oleh banyak orang. Secara harfiah, manusia akan tertarik kepada sesuatu yang bersifat rahasia.
  • Rahasia Memperoleh Backlink untuk Blog
3. Pertanyaan
Judul yang mengandung pertanyaan mendorong pembaca untuk terlibat dalam topik yang ditulis.
  • Apa Cara Terefektif dalam Memperoleh Backlink?
4. Daftar

Daftar sangat mudah dipahami dan dimengerti oleh pembaca.
  • 10 Strategi Terampuh Memperoleh Backlink untuk Blog Anda
5.  Bagaimana Saya Melakukan Sesuatu
Ini merupakan pemaparan pengalaman pribadi yang bukan sekadar teori sehingga pembaca akan menyukainya.
  • Bagaimana Saya Memperoleh 100 Backlink dalam Satu Bulan
6. Inilah Cara Termudah untuk [melakukan sesuatu]
Umumnya orang menyukai cara termudah dan tercepat dalam melakukan sesuatu dengan hasil yang memuaskan.
  • Inilah 5 Cara Termudah Memperoleh Backlink untuk Blog Baru Anda
Kekuatan keenam cara di atas adalah menawarkan sesuatu yang bermanfaat bagi yang melihatnya. Sepanjang isi tulisan cocok dengan judul (tidak mengelabui), pembaca akan senang membacanya dan bukan tidak mungkin menjadi pembaca setia blog Anda.

Trik-trik Sulap

Trik sulap ini lebih Terkenal dengan sebutan MONEY MACHINE atau Mesin Uang. Dikalangan pesulap senior trik ini sering dimainkan. Kalo aku sendiri lebih suka menyebut ini dengan Merubah Udara jadi Uang karena lebih serem. Atau Mendatangkan Uang Dengan Tangan Kosong. Oke langsung aja.

Cara Bermain Trik Sulap ini:
Pesulap menunjukan bahwa kedua tangannya kosong dan memang kosong tidak memegang apa-apa. Untuk membuktikanya pesulap menarik lengan bajunya secara bergantian.

Setelah itu pesulap menyatukan kedua tanganya dan melakukan gerakan membaca sesuatu untuk memberi efek yang lebih mengesankan. Tiba-tiba saja uang kertas 20 ribuan muncul dari tanganya ada sekitar 6 lembar.


Rahasianya Trik Sulap ini:

Saat melakukan permainan ini, gunakanlah baju lengan panjang kalo bisa jas. Siapkan beberapa lembar uang yang sudah kalian gulung dan letakan di belakang siku. Kalo sudah sekarang tinggal kelincahan kalian dalam mengalihkan perhatian.
Pada saat kalian menunjukan tangan kiri kalian kosong, tangan kanan kalian mengambil gulungan uang yang sudah kalian sediakan di belakang punggung siku tangan kiri kalian. Lalu kalian menyatukan kedua telapak tangan kalian untuk memberikesan kalian sedang bersiap-siap. Dan lakukanlah sedikit gerakan agar memberi efek yang mengesankan, tapi jangan berlebihan. Munculkanlah uang itu dengan tehnik kalian, bisa sambil menggosok-gosokan kedua telap tangan atau yang lain.



Nb: Dalam memainkan sulap ini sebelum uang yang ada di belakang siku kalian, jangan sekalai-kali siku kalian diluruskan. Tapi setelah uang yang ada di belakang siku sudah diambil itu terserah kalian.

Senin, 24 Oktober 2011

Mitigasi Bencana Indonesia

Bencana di anggap sebagai rutinitas biasa


Penanganan  yang dilakuakan oleh pemerintah untuk meminimalisir korban bencana masih jauh panggang daripada api.  Ketidak prefesionalan pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk mitigasi bencana sangatlah mengecewakan, sehingga korbanpun banyak berjatuhan.
Pemerintah berhak mendapat  apresiasi. Gempa 8,9 skala richter diiringi tsunami yang terjadi di Jepang tanggal 11 Maret 2011 kemarin, telah mengakibatkan jatuhnya ribuan korban dan rusaknya infrastruktur di negara tersebut, seandainya gempa dan tsunami tersebut menimpa Indonesia, tidak terbayangkan betapa porak porandanya negeri ini, negara jepang saja yang mempunyai teknologi sangat canggih, hancur lebur diterjang ombak dan menewaskan ribuan manusia. Namun, alangkah eloknya, Indonesia bagian timur seperti Gorontalo dan Papua Barat yang dihantam tsunami 6 jam kemudian setelah di Jepang, tidak menelan korban tewas, jikapun ada benda yang berharga milik warga, sudah diamankan sebelumnya dan bisa diselamatkan. Antisipasi yang sangat bagus, karena begitu gempa dan tsunami terjadi di Jepang dan di ramalkan akan sampai ke Indonesia 6 jam kemudian, pemerintah langsung tanggap dan memberi peringatan kepada warga Indonesia timur untuk bersiap siaga dan menyelamatkan diri jauh-jauh sebelum kejadian. Memang, hal ini patut di apresiasi….Namun, yang menjadi pertanyaan, Apakah setiap bencana akan diketahui jauh-jauh sebelum kejadian?
Bila kita buka buku pelajaran SMP atau SMA bahkan SD sekalipun, dijelaskan bahwa Indonesia berada tepat di atas dua lempeng utama dunia yang potensi terjadinya bencana memang sangatlah besar. Hal tersebut telah terbukti dengan berkecamuknya sederetan bencana layaknya antrian yang akan silih berganti menunjukan kekuatannya menghibas habis negeri ini.  129 gunung berapi yang 80 % nya aktif sanagtlah berbahaya, sama halnya dengan tsunami, banjir, kekeringan, longsor, topan, kebakaran, bahkan wabah penyakitpun mengancam negeri ini. Begitu pula jika ditinjau dari segi geografis, geologis, hidrologis, maupun demografis, Indonesia termasuk wilayah yang rawan terjadi bencana.
Sangatlah ironis, di tengah keadaan tersebut, pemerintah kurang tanggap dalam usaha mengurangi kerugian dari pelbagai bencana yang terjadi. Bilapun ada tanggapan, sangatlah jauh dari harapan dan slalu tanpa persiapan matang. Di iringi dengan budaya korupsi yang kian merajalela, anggaran penanggulangan bencana pun yang sangat sedikit dalam APBN yaitu sekitar 250 milyar, di ‘cubit’ sedikit demi sedikit oleh para birokrat, sehingga ketika sampai ke pihak sasaran, jumlahnya pun semakin mengecil. Pemerintah kurang serius dalam menyelesaikan masalah ini. Tak bisa dibantahkan, ketika terjadi bencana terlebih penanganannya yang sangat buruk, para elit politik termasuk pemerintah, saling menuding siapa yang dijadikan kambing hitam, begitu pula antar departemen yang berkaitan, berlomba-lomba menjadi yang paling benar atas banyaknya kerugian yang ditimbulkan. Sangat miris memang, terlebih ketika pemerintah membuat peundang-undangan tentang mitigasi bencana yang selalu gagal dalam penerapannya baik dalam penanganan sebelum bencana, kala terjadi bencana, maupun sesudah kejadian. Dan parahnya, ketika dalam terjadi bencana, masih sama penanganan seperti bencana yang dulu. Hal tersebut menandakan tidak profesionalnya pemerintah maupun penanganan dilapangan, ditambah dengan tidak jelasnya koordinasi yang berakibat jatuhnya banyak korban.
Dari paparan diatas, semestinya pemerintah melakukan pencegahan, baik sebelum bencana, ketika bencana maupun setelahnya dengan cara memperkecil efek bencana, bersiap siaga, melakukan perbaikan dan melakukan pengembangan sistem.

Politik Indonesia Menjajah Rakyat

Penjajahan kolonialisme telah terbukti menyengsarahan rakyat Indonesia di abad 18 sampai awal abad 19, belum hilang dari benak kita betapa serakahnya mereka dalam meraup kekayaan negeri ini. Pada awal tahun 1990 an lokonialisme juga mendongkrak bangkitnya kesadaran nasional hingga banyak bermunculannya organisasi, apakah itu bertujuan sosial seperti budi utomo dan muhammadiyah atau yang secara lugas menganut asas agama seperti Sarekat Islam ataupun yang menyandang asas sekuler seperti PNI. Mereka semua memainkan peranan penting dalam berkembangnya gerakan nasional.
Bila kita perhatikan, arah politik masing-masing partai kala itu, melibatkan peran aktif rakyat.
Pemerintah dan rakyat bersinergi untuk membebaskan negeri ini dari penjajahan kolonial, andil masyarakat jelas tampak dari kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk membebaskan diri dari penjajah. Hingga pada puncaknya, negeri ini mampu menyatakan kemerdekaannya. Adalah Soekarno yang mempunyai andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini melalui proklamasinya pada tanggal 17 agustus 1945 setelah beliau diculik dan dipaksa oleh kaum muda untuk memproklamirkan kemerdekaan . Hingga pada tangal 18 Agustus Soekarno dan terpilih sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden pada tanggal 22 Agustus yang di pilih oleh PPKI. Soekarno terbukti mampu menyatukan seluru kalangan rakyat. Dari paparan tersebut dapat di ambil benag merah bahwa peranan politik saat itu bersinergi dengan rakyat.
Rasanya sangat miris bila dibandingkan dengan politik yang sekarang terjadi, politik sekarang merupakan kebalikannyadari dulu, jika dulu politik bersinergi dengan rakyat maka sekarang politik melupakan rakyat. Para elit politik yang melaksanakan pemerintahan terlalu asyik dengan kepentingan golongan mereka, mereka pura-pura tuli atau benar-benar tuli akan penderitaan rakyat. Apalagi jika memperhatikan tingkah pemerintah kita sekarang yang dengan sibuknya mengurus masalah koalisi mereka. Disadari ataupun tidak, tingkah laku elit politik negeri ini telah menghabiskan energi yang semestinya digunakan untuk kepentingan rakyat, tetapi hanya habiskan untuk kepentingan mereka. Yang menarik dari tingkah laku mereke adalah bahwa gerak-gerik mereka jelas terlihat hanya untuk kelangsungan mereka dalam kancah pemerintahan.
Dari paparan diatas, dirasa atau pun tidak, bisa dikatakan bahwa politik yang sekarang diperankan oleh elit politik negeri ini, sangat menjajah rakyat, layaknya kolonialisme yang menyengsarakan rakyat, terutama rakyat yang serba terbatas, mereka telah dicuri hak-haknya oleh keegoisan para elite politik. Politik sekarang bukan untuk rakyat tetapi untuk menjajah rakyat. Rakyat ditindas dengan kebijakan yang tidak memihak rakyat. Janji-janji para elite politik seakan menguap entah kemana, yang jelas para elit politik memperhatikan rakyat kala mereka butuh dukungan, dan melupakan rakyat setelah mereka bercokol tempat yang mereka inginkan. Semestinya para elit politik itu merasa malu oleh rakyat. Kemudian, apakah bedanya elite politik yang berada di pemerintahan dengan kolonial yang penjajah negeri ini?, ternyata sama saja kedua-duanya menyengsarakan rakyat.
Lantas, kapankah rakyat bisa terbebas dari jajahan politik? Atau negeri ini sedang menunggu pemberontakan rakyat, layaknya Indonesia kala mengusir penjajah, kemudian rakyat bisa bebas dari jajahan politik??

Minggu, 23 Oktober 2011

Link-link Penting Bisnis Dahsyat..

Dapat uang tiap hari dari ipanel online klik DISINI
Dapat dollar stiap hari dengan membaca artikel klik DISINI
Dapat 27 Dollar dalam waktu 20 menit klik DISINI

KUNCI SUKSES DALAM BERWIRAUSAHA

  1. Kreativitas: Jika anda ingin menjadi seorang wirausaha yang sukses maka hal ini harus selalu menjadi prioritas anda. Anda harus kreatif memilih usaha yang akan anda jalankan. Lebih baik pilihlah usaha baru yang belum ada ataupun jika anda ingin menjalankan usaha yang telah banyak diusahakan oleh orang banyak maka anda harus membuat perbedaan.
  2. Tekad Baja dan Tahan banting: Untuk berwirausaha anda juga harus memiliki tekad baja. Jika anda ingin sukses berwirausaha anda harus pantang menyerah. Ingat berwirausaha berbeda dengan bekerja di perusahaan. Ini membutuhkan kesabaran untuk terus berinovasi sebelum akhirnya menjadi mesin pencetak uang anda. Tekad baja untuk terus menambah pengetahuan, berinovasi dan memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dijual akan membuat anda sampai pada sukses.
  3. Modal: Mungkin anda akan terheran mengapa modal tidak menduduki posisi jawara dalam kunci sukses berwirausaha. Tentulah seorang wirausaha harus memiliki pengetahuan berwirausaha yang kita kategorikan kreativitas setelah itu tentunya tekad baja untuk terus maju. Namun jika Anda ingin sukses berwirausaha maka anda harus melihat budget Anda terlebih dahulu.
  4. Mencintai pekerjaan: Telah banyak terbukti bahwa hobi yang awalnya digeluti seseorang akhirnya malah menjadi profesi yang mendatangkan kesuksesan. Setelah menyikapinya maka hal ini adalah tak lepas dari kecintaannya pada hobinya.
  5. Cerdas dalam mengambil keputusan: Untuk berwirausaha anda harus mempunyai leardership yang baik, seperti cerdas dalam mengambil keputusan. Anda harus pintar mempelajari pasar usaha yang sedang anda tekuni. Teruslah perhatikan "Kebutuhan Konsumen". Selain itu seorang wirausaha harus cerdas mengambil keputusan dalam memperlebar sayap usahanya. Berwirausaha itu tidak boleh monoton hanya pada itu-itu saja.
Sumber: inspire4soul.blogspot.com/2009/09/5-kunci-sukses-berwirausaha.html

Sabtu, 22 Oktober 2011

Rahasia Sukses Orang Jepang

Pernah orang Jepang dijuluki les marchands des transistors (pedagang transistor) oleh de Gaulle. Namun sekarang mereka bukan hanya juara dunia dalam hi-fi, tetapi juga dalam microprocessor, mobil, bioindustri dan lain-lain.
Dalam sepuluh tahun terakhir produksi Jepang meningkat dua kali lebih cepat daripada Amerika Serikat. Apa rahasianya?
Berikut ini kita akan menjenguk orang-orang yang mempunyai andil besar dalam kemajuan tehnik Jepang.
Mula-mula kita jumpai Akio Morita si pencipta perusahaan Sony. Dia menyukai olahraga golf, sekaligus menjadi pengagum musikus Beethoven. Saking gandrungnya pada musik sampai-sampai di lapangan pun dia ingin bermain golf sambil mendengarkan Symphony kesembilan.
“Saya membutuhkan sebuah alat kecil dengan pengeras suara,” kata Akio Morita pada anak didiknya. Tak lama kemudian tcrciptalah walkman.
Dia berusia sekitar enampuluhan, kurus, rambutnya putih dan matanya hampir kuning. Tapi ia nampak seperti umur duapuluh karena semangatnya yang tak kenal lelah.
Rumahnya di daerah kedutaan, di Tokyo. Bertingkat, dengan kebun dan sebuah kolam renang. Boleh dikata dia seorang boss Jepang yang sudah berorientasi ke Barat. Dia tak berkeberatan istrinya turut menjamu tamu dalam pakaian Barat. Tetapi, ia tetap menjalani hidup sederhana dan kekeluargaan menurut tradisi.
Setiap pagi pukul delapan tepat Akio Morita tiba di kantor. Ia selalu mengenakan seragam yang sama dengan yang dipakai anak buahnya, meskipun jas luarnya buatan Inggris. Ini untuk menunjukkan semangat demokratis yang menjiwai setiap perusahaan Jepang.
Pada tahun 1947 Akio Morita mendirikan perusahaan Sony; memasarkan transistor yang pertama, televisi berwarna pertama, dan walkman pertama. Saat ini perusahaan sedang maju-majunya, ia mengekspor 70% dari produknya. “Pasaran kami adalah seluruh dunia,” katanya.
Kemajuan teknologi Jepang didorong oleh semangat untuk menyegerakan, dengan penuh kesadaran dan rasa kebanggaan. Tidak sampai dua generasi untuk mewujudkan mukjizat ini. Sebelumnya, orang Barat mengejek, Jepang hanya bisa membuat sepeda yang rodanya tidak bisa berputar dan jam-jam yang tidak bisa dipercaya. Karikatur tahun tigapuluhan pernah menunjukkan gambar seorang pemburu menyandang sepucuk senapan, yang ketika picunya ditarik maka larasnya menggembung. Capnya: made in Japan (bikinan Jepang).
Tetapi tiba-tiba orang Jepang tergila-gila pada perlombaan matematika dan fisika. Ujian-ujian di berbagai universitas menjadi sangat berat dan terjadi persaingan mati-matian. Ini menghasilkan orang-orang yang pandai. Di Pusat Penelitian Sony, jejak kaki para direktur yang sukses dicetakkan di atas tanah, seperti halnya jejak kaki para bintang Hollywood di studio MGM.
Saingan istrinya sebuah komputer
Sama dengan majikannya, Makoto Kikuchi direktur baru pada Pusat Penelitian Sony ini bisa berbahasa Inggris, dengan tujuan dapat berbicara dengan robotnya; sebuah “Apple” Amerika.
“Masih yang terbaik untuk saat ini,” ucapnya jujur. Laki-laki berusia 45 tahun ini sebelumnya sudah sangat terkenal di Jepang sebagai ilmuwan yang paling mengagumkan dari Pusat Penelitian Negara. Ia mengkhususkan diri dalam microprocessor. Ia pindah ke Sony enam tahun yang lalu.
Dalam sebuah rumah yang amat kecil berbentuk bujur sangkar dan terbuat dari kertas minyak itulah ia tinggal bersama istrinya dan hidup dengan sederhana. Dengan kimononya dan berlutut di atas tikar Jepang, istrinya dengan setia menemani suaminya bermain dengan komputer.
Mottonya: Research Makes The Difference, menggambarkan keambisiusan Makoto Kikuchi. Motto ini ditulis pada truk-truk perusahaan dalam bahasa Inggris supaya menimbulkan kesan eksotis.
Ia punya rencana untuk beberapa tahun mendatang: membuat komputer yang bisa menguraikan bahasa percakapan orang Jepang supaya setiap orang Jepang dapat berbicara dengan komputer.
Dengan senang hati, dia mengundang 190 penyelidik datang ke pusat penelitiannya. Kata Makoto: “Sony memberikan 3,5 sampai 5% penghasilannya untuk penelitian.” Tambahnya: “Sebelum ini saya bekerja di sebuah laboratorium di Amerika Serikat. Di Sony, cukup hanya satu jam bagi saya untuk memperoleh sebuah alat yang harganya setengah juta dolar. Saya lalu bisa menghargai perbedaan ini.” Ia tetap seorang Jepang Tulen meskipun lama tinggal di Amerika Serikat.
Para peneliti Sony mempelajari sinar energi matahari, teknologi silikon dan lainnya. Tetapi bidang yang paling disukainya adalah semiconductor. Dia memulai segalanya dari nol pada tahun 1976.
Di perusahaan Sony, kaitan penelitian produksi dengan pemasaran merupakan satu keharusan yang permanen. Contohnya, setiap Minggu pagi Makoto sarapan bersama Akio Morita dan Direktur Marketingnya. Hubungan yang begitu wajar dan akrab antara peneliti dan pemimpin ini jarang sekali terjadi di Amerika maupun di Eropa.
Morita yang sudah begitu kebarat-baratan, yang kalau bermain golf memakai kemeja dan topi Amerika, tetap membungkukkan badan sampai ke tanah bila berjumpa dengan kawan. Dalam mobil ia memiliki telepon, televisi dan magnetoskop; tetapi ia tetap mengenakan seragam yang sama seperti 35.000 anggota Sony.
Honda tidak memberi warisan kepada anak
Soichiro, 78 tahun, adalah pendiri Honda Motor. Ia juga mengenakan seragam karyawan biasa di perusahaan, kemeja dan topi putih. Dia lebih suka bekerja di bengkel, meskipun tersedia ruangan di setiap perusahaannya. Sebelum pecah perang, ia pernah menjadi montir biasa.
Sedikit demi sedikit ia turut meletakkan dasar perusahaan. Sekarang ia mengepalai 23.000 buruh dan membawahi 43 perusahaan di 28 negara (enam ada di Jepang).
Anak buahnya diberi kepercayaan total dan tanggung jawab pribadi atas apa yang dihasilkannya.
Soichiro tidak memiliki harta pribadi. Dia tinggal dalam sebuah rumah sederhana. Kegemarannya melukis di atas kain sutra dan bermain golf. Barangnya yang berharga cuma sebuah helikopter dan mobil biasa. Penghasilannya dipakai untuk penelitian dan bea siswa kaum muda. Dia bahkan tak memberi warisan kepada anak-anaknya.
“Warisan paling berharga yang dapat saya berikan adalah membiarkan mereka sanggup berusaha sendiri,” katanya.
Hadiah untuk gagasan yang paling baik
Kyoto Ceramics adalah salah satu pabrik pembuat microchips (elemen-elemen kecil komputer) yang paling kuat di dunia.
Omset Kyoto Ceramics 400 juta dolar dan menghasilkan keuntungan luar biasa, 12% setelah dipotong pajak.
Ada tujuh buah perusahaan di Amerika Serikat dan tiga di Jepang. Inamori sang pemimpin, seperti juga Soichiro Honda dan Kaku pemimpin Canon, menganggap dirinya sebagai karyawan biasa. Selisih gaji direktur dan buruh baru di Jepang lebih kecil bila dibandingkan dengan di Eropa dan Amerika Serikat.
Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana dibanding dengan rekan-rekan di Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu barang harus ada fungsinya.
Bagaimana mereka bisa memegang prinsip sebaik itu?
Mari kita menengok ke Gamo, salah satu pabrik keramik di Kyoto. Kurang lebih 50 kilometer dari Kyoto. Di sini pada pukul delapan pagi seluruh karyawan Gamo berkumpul dalam ruang-ruang besar. Dari tiap ruang, di atas sebuah panggung seorang laki-laki meneriakkan: berdiri, bersiap, luruskan kaki dan istirahat. Ratusan laki-laki dan perempuan dalam seragam biru berdiri siap. Laki-laki lalu melaporkan hasil pekerjaan bulan lalu dan menambahkan delapan pesan produksi, tentang mutu, penurunan ongkos dan sebagainya.
Selesai laporan, dia memanggil lima orang maju ke depan. Mereka diberi hadiah, karena telah menyumbangkan gagasan yang paling baik, pada bulan sebelumnya. Di semua perusahaan Jepang, para insinyur dan buruh diundang menyumbangkan gagasan untuk lebih memajukan produktivitas, keamanan dan semua bidang yang berkaitan dengan kehidupan perusahaan.
Di Canon, setahun yang lalu, masuk sekitar 146.242 gagasan yang ternyata dapat menghemat lebih dari tujuh juta yen!
Sebulan sekali mereka berkumpul, memberi laporan pekerjaan selama ini, bertukar pengalaman dan mutu pekerjaan mereka.
Hadiah bagi gagasan mereka yang terpilih antara lain medali, jam tangan, tiket kereta atau pesawat terbang. Yang kurang berinisiatif tak akan mendapat apa-apa. Tak pernah terjadi seseorang mendapat sanksi negatif.
Setiap pekerja memiliki saham dan dividen dari perusahaan. Benar-benar merupakan perwujudan demokrasi yang didasarkan pada penghargaan hasil kerja dan atas hierarkinya. Di Jepang, persaingan ditumbuhkan sejak kanak-kanak. Keluaran sekolah bereputasi tinggi lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang baik.
Di tiap perusahaan ada serikat buruh, yang setiap tahunnya mengorganisir pemogokan untuk memperoleh kenaikan gaji yang disebut Shunto. Tetapi Shunto ini cuma suatu upacara tradisi, bukan pemogokan seperti layaknya di Barat.
Robot membuat robot
Di kaki Gunung Fuji ada robot membuat robot. Robot-robot itu bekerja dengan diam-diam. Beberapa manusia membaca lembaran kertas besar yang keluar dari terminal robot.
Di Honda Motor Cie, di sebuah dusun dekat Tokyo, kita bisa melihat mobil yang di-assembling oleh robot, yang mematri 160 kali setiap detiknya. Grup-grup yang terdiri dari lima atau enam buruh memeriksa hasil kerja robot. Setiap buruh diizinkan menghentikan pekerjaan dengan cara menekan tombol merah, bila ada yang kurang beres.
Hasilnya: pada produksi akhir hanya ada 0,1% yang apkir, dibanding dengan 20% di Eropa. Di Sony, semua karyawannya teliti. Para majikan di Eropa memimpikan pabrik mereka bisa menyamai Jepang, dan mendambakan buruh-buruh yang serupa pula.
Di perusahaan Canon, Tuan Kaku yang adalah presiden direkturnya itu dan para buruhnya, saling menundukkan kepala mereka sama dalamnya. Percakapan antara mereka bisa membuat heran telinga-telinga Perancis.
Tuan Kaku menjelaskan secara mendetil target keuangan dan tehnik yang ingin dicapai perusahaan. Kepala serikat buruh Canon meyakinkan majikannya, keberhasilan Canon merupakan satu kepuasan bagi seluruh karyawan dan mereka ingin bekerja sama sepenuhnya bersama direksi.
Majikan-majikan Eropa sangat kagum melihat modernisasi Jepang. Kagum bukan hanya karena melihat sindikat-sindikat buruh dapat bekerja sama begitu baik dangan majikannya, tetapi juga melihat para majikan yang tak pernah memecat buruhnya itu.
Mereka melihat suatu industri di mana otomatisasi tidak menciptakan pengangguran, dan setiap buruh mau dan dapat memahami apa pun yang mereka lakukan. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai jalannya perusahaan. Yang nampak di depan mereka adalah sebuah dunia, di mana disiplin yang mirip disiplin militer itu dapat berjalan berdampingan dengan rasa hormat pada setiap individu. Inilah rahasia kemajuan Jepang

Sumber: http://onoda.wordpress.com/2008/04/29/rahasia-sukses-orang-jepang/